Pasutri Nyaris Tewas Usai Dirampok dan Dikapak Adik Ipar

Redaksi
3 tersangka pencurian dengan kekerasan diamankan polisi.

LABUSEL, Demokrasisumut.comPasangan suami istri di Desa Teluk Panji, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan nyaris tewas setelah dirampok dan diserang menggunakan kapak saat melintas di jalanan sepi. Mirisnya, pelaku dari kejahatan tersebut adalah adik ipar korban, dengan motif dendam.

Pasangan suami istri yang menjadi korban adalah Wandi, berusia 42 tahun, dan istrinya, Suriawati (40) yang merupakan warga Desa Teluk Panji, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Mereka saat ini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kotapinang akibat kejadian tersebut.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu, 10 Maret, sekitar pukul 23.00 WIB, ketika korban melintas menggunakan sepeda motor di perkebunan kelapa sawit. Mereka kemudian dilempar dengan kayu oleh pelaku. Setelah itu, ketiga pelaku langsung memukul kepala korban menggunakan kapak. Setelah korban tidak berdaya, pelaku mengambil handphone, uang tunai, dan kalung emas yang dipakai korban.

“Ketiga pelaku yang berhasil ditangkap adalah A-S-W (41 tahun), A-S-P (17 tahun), dan D-S (37 tahun), yang semuanya merupakan warga satu desa dengan korban. Sedangkan satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas,” ucap Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu Selatan, AKP Gurbacov.

Kasat menerangkan, motif dari pelaku utama, A-S-W, adalah dendam terhadap korban karena merasa korban tidak pernah menjenguk adik iparnya tersebut saat istrinya sakit. A-S-W bahkan melibatkan anak kandungnya, A-S-P, dan dua pelaku lainnya dengan iming-iming berbagi hasil rampokan.

Dalam penangkapan, pihaknya terpaksa memberikan tindakan tegas, keras, dan terukur dengan menembak kaki A-S-W karena melawan saat ditangkap.

“Ketiga tersangka dikenakan pasal 365 KUHP dan terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara,” jelasnya.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *