Berita  

Mahasiswa Desak DKPP Copot Ketua KPU Labusel

Redaksi
Aksi didepan kantor Bawaslu Sumut.

MEDAN, Demokrasisumut.com – Sejumlah massa dari Gerakan Revolusi Aktivis Mahasiswa (Geram) Labuhanbatu Raya menggeruduk kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatra Utara di Jln H. Adam Malik No.193, Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Senin (1/7/2024). Aksi ini bertepatan dengan sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) Perkara Nomor: 77-PKE-DKPP/V/2024 oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terhadap oknum Ketua KPU Labuhanbatu Selatan.

Koordinator aksi, Jepril Harefa, menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan karena Ketua KPU Labuhanbatu Selatan telah mencoreng nama baik lembaga KPU. Selain nikah siri, Saiful juga diduga menjalin hubungan perselingkuhan dengan keluarga dekat istri sirinya. “Untuk kelancaran dan tertibnya pemilihan umum yang akan datang. Apalagi dia tidak mengindahkan aturan, melanggar kode etik, nikah siri, diduga selingkuh lagi sama keluarga istri sirinya usai mereka menikah, kan memalukan ada pejabat seperti itu,” sebutnya.

Massa mendesak agar DKPP memberikan sanksi berupa pemberhentian tetap terhadap oknum Ketua KPU Labusel. “Kami minta DKPP melakukan pemberhentian tetap Ketua KPU Labusel, namun jika tidak dilakukan kami ya menduga ada main mata antara mereka, kita akan siapkan massa lebih banyak lagi nantinya,” jelas Jepril.

Setelah beberapa saat orasi, Tenaga Ahli DKPP, Kartika, menemui pengunjuk rasa dan mengajak beberapa perwakilan untuk beraudiensi. Ia meminta agar peserta aksi mendukung berjalannya proses persidangan dan memberikan kepercayaan kepada DKPP. “Saat ini sedang berlangsung, tentu DKPP akan menilai dengan peraturan yang ada dan bukti yang disampaikan, kami berharap teman-teman bisa membantu jalannya persidangan dengan supaya tetap kondusif, dan DKPP akan memberikan putusan yang seadil-adilnya,” katanya.

Kartika juga menyatakan bahwa tuntutan yang disampaikan akan diteruskan ke pimpinan. “Tuntutan ini kami terima, akan kami sampaikan juga kepada pimpinan. Terkait berapa kali sidang, biasanya hanya sekali, setelah bukti-bukti cukup akan segera diputuskan,” pungkasnya.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *